Selasa, 04 Desember 2012

Dibalik Kisah Seorang Papa

Diposting oleh Unknown di 7:54 AM
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

39 komentar:

Ulfa Nurhasanah Hendri on 4 Des 2012, 16.45.00 mengatakan...

udah baca mah uland...
sedih tau...T~T

Unknown on 4 Des 2012, 18.36.00 mengatakan...

kereeen laan, to tuiit :')

Cindy Malinda Uscha on 4 Des 2012, 18.56.00 mengatakan...

nice post lan :)

Unknown on 4 Des 2012, 19.12.00 mengatakan...

really touching... :'(
sedih..

Unknown on 4 Des 2012, 19.28.00 mengatakan...

menyentuh :')

Unknown on 4 Des 2012, 20.17.00 mengatakan...

waahh... sediihh... nice post ulaann

Tia rani on 4 Des 2012, 20.19.00 mengatakan...

great post land...

Unknown on 4 Des 2012, 22.19.00 mengatakan...

mantap lan :D

Unknown on 5 Des 2012, 00.14.00 mengatakan...

great! suka suka :D

Anonim mengatakan...

nice post

bayuredha on 5 Des 2012, 18.44.00 mengatakan...

bagus banget Lan, papa marah bukan karna dia benci tapi sayang begitu juga dengan mama. sayangilah kedua orang tua mu (y)

conanswt on 5 Des 2012, 19.18.00 mengatakan...

nyentuh banget :D
ppa itu juga segalanya :)
follow jo komen http://conanswt.blogspot.com/2012/11/pesta-budaya-tabuik-pariaman-suatera.html

Unknown on 5 Des 2012, 19.39.00 mengatakan...

tambah sayang sama ayah....

Unknown on 5 Des 2012, 21.50.00 mengatakan...

wahhh sedih lan

Unknown on 5 Des 2012, 22.02.00 mengatakan...

Kpan upa baca?

Unknown on 5 Des 2012, 22.04.00 mengatakan...

Stuju bayu

Unknown on 5 Des 2012, 22.04.00 mengatakan...

Cieee jdi seneng ulan

Ami on 5 Des 2012, 22.11.00 mengatakan...

kalau tidak punya kakak laki2, kamu punya papa yang kadang sekeren anak muda juga, :)

Muhammad Fariz Rizki Ananda Boer on 5 Des 2012, 22.14.00 mengatakan...

menyentuh ulan.. sayangilah orang tua.. karna merekalah yang terbaik.. :D

Unknown on 5 Des 2012, 22.32.00 mengatakan...

Iyaaa

Unknown on 5 Des 2012, 22.33.00 mengatakan...

nangih cha mambaco.ny lan :'( inti.ny ama jo apa wak, urng yg pliang syang dan perhatian ka awak. jdi wak harus menyanyangi orang tua wak :D Mantap lan :')

Unknown on 5 Des 2012, 22.34.00 mengatakan...

Btul jga ya ami? Brarti slama ni lan slah mnilai

Unknown on 5 Des 2012, 22.35.00 mengatakan...

Makasi faris. Fris jga lah
Jgan hanya ulan

Unknown on 5 Des 2012, 22.36.00 mengatakan...

:) makasi cha. Akhir nto ado jo yg mmbco nyo smpau nangih.
iyo jo tu cha

A on 5 Des 2012, 22.42.00 mengatakan...

waaahhhh Ullaaaan, menyentuh bangeeet laaan, makin sayang deeh sama papaa akuu {}
greaaat posting laaan :D

Unknown on 5 Des 2012, 22.49.00 mengatakan...

sedih..
Tapi menyentuh lan :'(

nice ulaan :)

Unknown on 5 Des 2012, 22.58.00 mengatakan...

Iya rani? Ukan pun jdi trsentuh jga. Maksi yaa

Unknown on 5 Des 2012, 23.00.00 mengatakan...

Iya gina? Mksi yaa

aspadani.com on 5 Des 2012, 23.37.00 mengatakan...

ayah seorang yang bangga dengan anaknya ...
tetapi sayangnya mereka lebih malu daripada ibu

Unknown on 6 Des 2012, 15.49.00 mengatakan...

mksud nya malu apa saski?

Unknown on 6 Des 2012, 17.05.00 mengatakan...

Myentuh bgt...
Jngan prnah Negative Thinking sma papa,krna papa knows the best

Unknown on 6 Des 2012, 21.00.00 mengatakan...

Btul bgt tu. Bnyak plajaran yj bsa kta ambil dri stu ( ‵ -′)ง

Unknown on 6 Des 2012, 21.09.00 mengatakan...

Mksi tiwi

Unknown on 6 Des 2012, 21.24.00 mengatakan...

Lan...
sdih aku bcany lan...
papa emang baik, sama baiknya sama mama..
tapi papa ngk prnah nunjukin klemahannya di dpan kita..
slalu mlindungi kita tanpa kita sadari..
I Love U PAPA..
:* <3

Unknown on 6 Des 2012, 21.26.00 mengatakan...

betul setuju :D ..kita sebagai anak tidak boleh salah menilai bahwa ibu itu lebih sayang kepada kita,sebenarnya ibu maupun ayah itu sama sayangnya kepada kita..jadi sayangilah ibu dan ayah kita, kita tidak akan bisa sampai seperti saat ini kalau tidak ada dukungan dan kasih sayang dari ibu dan ayah kita..jangan lah sekali2 dendam kepada orangtua kita tersebut (y)

Unknown on 6 Des 2012, 21.37.00 mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown on 6 Des 2012, 21.38.00 mengatakan...

:D iya jga tuh. Sbnar mya kta gak bleh mmbedkan ayah dan ibu. Mreka ttap orh tua kta:)

Unknown on 6 Des 2012, 21.51.00 mengatakan...

Iya ren. Papa di dpan kta pngen kliatan tegar dlam mnghdapi suatu msalah. Pdhal hti nya sngat sakit

Herlina Rahmi on 7 Des 2012, 16.20.00 mengatakan...

ayah aku menyayangi mu :)
kata kata nya menyentuh hati :D
NICE POST ..

 

Ordinary Girl Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos